Tidak Punya Teman? Itu Tidak Selalu Buruk!

Tidak Punya Teman? Itu Tidak Selalu Buruk!
Kamu mungkin pernah mendengar banyak tentang mengapa persahabatan sangat penting,  terutama jika kamu sendiri tidak memiliki banyak teman.

Mungkin orang-orang terkasih yang bermaksud baik secara teratur mendorongmu untuk keluar dari cangkang dan bertemu orang baru. Kekhawatiran mereka mungkin membuatmu bertanya-tanya apakah kamu kehilangan atau mendorong kesadaran diri tentang tidak memiliki teman.

Atau mungkin kamu khawatir orang lain menilaimu atau menganggapmu tidak bisa berteman.

Namun seperti halnya setiap cerita memiliki dua sisi, ada lebih dari satu cara untuk melihat kehidupan yang menyendiri.

Lain kali kamu mulai merasa tidak enak karena tidak menjadi kupu-kupu sosial, ingatlah hal-hal berikut.

1. Kesendirian dapat meningkatkan kreativitas

Menurut penelitian dari tahun 2017, orang yang menghabiskan waktu sendirian karena tidak bersosialisasi cenderung melaporkan tingkat kreativitas yang lebih tinggi.

Kamu mungkin sudah menyadari bahwa waktu sendirian meningkatkan imajinasi dan memungkinkan kreativitas berkembang. Berbicara dan berinteraksi dengan orang lain dapat mengalihkan perhatian dari upaya untuk bertukar pikiran atau merenungkan kemungkinan.

Bukan berarti kata-kata orang lain tidak ada nilainya. Waktu bersama teman bisa jadi menyenangkan. Bagaimanapun, tidak ada yang salah dengan bercita-cita untuk kesadaran diri yang lebih besar.

2. Kesendirian dapat membantu melihat sesuatu secara berbeda

Kamu mungkin memperhatikan bahwa menghabiskan waktu dengan orang lain terkadang memunculkan ciri kepribadian yang berbeda. Bahkan jika kamu tidak sepenuhnya menyadari perubahan ini, kata-kata, tindakan, atau suasana hatimu mungkin secara halus berubah untuk mencerminkan perilaku orang-orang di sekitar.

Sendirian memberimu kebebasan untuk tetap hadir sepenuhnya dengan diri sejati dan mengalami hal-hal sebagaimana kamu benar-benar melihatnya. Memiliki lebih sedikit teman, pada gilirannya, terkadang memungkinkan kamu untuk lebih selaras dengan diri sendiri.

3. Persahabatan yang dipaksakan tidak menguntungkan siapa pun

Merasa tertekan untuk berteman dengan orang-orang yang tidak terlalu tertarik dengan minatmu tidak akan ada gunanya bagimu.

Persahabatan kasual yang dipaksakan dapat memberikan beberapa kontak sosial dalam bentuk sesekali makan siang atau rehat kopi, tetapi mereka tidak menawarkan banyak hal lain. Dan seringkali, mereka hanya membuatmu merasa lelah dan sedikit kesal.

Contohnya:
Di tempat kerja, kamu kadang-kadang berbicara dengan rekan kerja, tetapi merasa tidak perlu berteman. Kamu menghabiskan istirahat makan siang dengan membaca atau mendengarkan musik. Suatu hari, bos memanggilmu dan berkata, "Saya benci melihat Anda selalu duduk sendirian. Mengapa Anda tidak mencoba berbicara dengan orang-orang saat makan siang?"

Kamu tidak secara aktif tidak menyukai siapa pun, tetapi kamu tidak menikmati obrolan ringan dan lebih suka menghindari berbagi detail pribadi di tempat kerja. Tapi bosmu sepertinya memaksa, jadi kamu berusaha untuk lebih bersosialisasi.

Hasil? Kamu mulai merasa cemas saat waktu makan siang mendekat dan takut akan istirahat alih-alih menantikan satu jam kedamaian.

Kehilangan waktu untuk mengisi ulang membuat kamu merasa lebih stres di tempat kerja dan mudah tersinggung di rumah. Tak lama kemudian, kamu mulai membenci atasan dan rekan kerjamu dan tidak menyukai pekerjaan yang sebelumnya membuatmu merasa sangat puas.

4. Waktu sendiri dapat mengarah pada hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri

Disadari atau tidak, identitas kamu sebagian dibentuk oleh orang-orang dalam hidupmu. Kamu mungkin melihat dampak ini secara kecil: acara TV yang kamu tonton, aktivitas yang dijalani, atau jenis olahraga yang kamu pilih.

Namun terkadang, dampaknya lebih signifikan. Mempertahankan hubungan dengan orang lain dan memperhatikan  mereka terkadang dapat mengurangi kemampuan kamu untuk menjaga diri sendiri dan mencapai pertumbuhan diri yang positif.

Yang jelas, tidak ada yang salah dengan merawat orang yang dicintai dan mendukung kebutuhan emosional mereka. Tetapi kepedulian terhadap orang lain terkadang dapat mempengaruhimu secara negatif ketika hal itu mencegah kamu untuk mendukung diri sendiri. Banyak orang menemukan ini ketika mencoba membagi waktu mereka di antara terlalu banyak teman.

Menghabiskan lebih banyak waktu sendirian bukan karena kecemasan tetapi karena kamu menikmati kesendirian, dapat menyebabkan belas kasih diri yang lebih besar dan motivasi yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan kamu sendiri. Mungkin kamu telah memperhatikan bahwa lebih mudah untuk tetap berpegang pada kebiasaan positif ketika kamu fokus pada memelihara diri sendiri.

5. Komitmen sosial yang lebih sedikit membuatmu memiliki lebih banyak waktu untuk mengejar minat diri sendiri

Apa yang paling kamu nantikan di penghujung hari yang panjang?

Beberapa orang ingin tidak lebih dari untuk mengumpulkan lingkaran teman-teman dan menikmati perusahaan mereka. Mungkin malam ideal kamu melibatkan hobi, memasak makanan mewah untuk diri sendiri, atau berolahraga panjang.

Pesan dari orang-orang terkasih atau masyarakat pada umumnya mungkin membuat kamu merasa seolah-olah harus menghabiskan waktu luang untuk melakukan aktivitas sosial.

Mendorong diri sendiri untuk bersosialisasi ketika kamu lebih suka menghabiskan waktu untuk kegiatan lain dapat membuat frustrasi dan kesal, terutama ketika bersosialisasi tidak membuat kamu rileks atau memenuhi kebutuhan lain.

Orang yang tidak mendapatkan cukup waktu untuk mengisi ulang sering berakhir dengan lebih banyak stres dan bahkan kelelahan. Menghabiskan waktu sendirian tidak hanya memberimu lebih banyak waktu untuk fokus pada apa yang benar-benar ingin kamu lakukan, tetapi juga membantu melindungi dari stres.

6. Kebutuhan persahabatan bervariasi dari orang ke orang

Jika kamu lebih tertutup, kamu mungkin merasa paling nyaman dengan beberapa teman dekat. Terlalu banyak bersosialisasi kemungkinan menghabiskan energi dan membuatmu sangat membutuhkan kesendirian.

Introvert hanyalah salah satu bagian dari kepribadianmu, bukan cacat yang perlu diatasi atau apa pun yang membuat kamu merasa tidak enak. Orang-orang introvert sering kali memiliki sedikit teman hanya karena mereka berkembang dengan baik tanpa persahabatan yang konstan.


Jika kamu sudah berinteraksi dengan orang-orang di tempat kerja atau sekolah, kamu mungkin tidak ingin mendedikasikan lebih banyak waktu untuk kegiatan sosial setelah hari kerja berakhir.

Manfaat persahabatan tidak dapat disangkal, tetapi manfaat tersebut tidak selalu lebih besar daripada kebutuhan pribadimu.

Akhir Kata

Pada akhirnya, tidak masalah berapa banyak teman yang kamu miliki. Jika kamu tidak merasa perlu untuk mencari lebih banyak teman, percayalah pada instingmu tanpa membiarkan pendapat orang lain mempengaruhimu.

Konon, kesepian dapat berkontribusi pada gejala kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. Mengenal orang baru tidak selalu mudah, dan berjuang untuk mendapatkan teman baru dapat membuatmu merasa terisolasi.

Terapi dapat menawarkan ruang yang aman untuk mengatasi perasaan kesepian dan mendapatkan bimbingan penuh kasih tentang strategi untuk membangun hubungan yang bermakna dengan orang lain.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url