Malam adalah Saat Paling Sering Seseorang Mengalami Overthinking

Mengatasi overthinking berlebihan
Kalian tentu tidak asing dengan kata overthinking, tak hanya orang dewasa, tetapi juga remaja sering kali mengalaminya. Overthinking merupakan istilah umum yang ditujukan kepada orang yang terlalu banyak berpikir.  Banyak berpikir yang dimaksud adalah memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan atau bahkan hal yang belum terjadi dan seolah-olah akan terjadi di masa mendatang. Penyebab overthinking sendiri belum diketahui secara pasti.

Seperti saat ini ketika saya bertanya, "Hal apa yang membuatmu belum tidur hingga selarut ini? Sedang banyak pikirankah atau karena mengalami insomnia?" Jawaban kalian tentu saja berbeda-beda, tetapi mungkin sebagian dari kalian akan menjawab sedang mengalami kecemasan sehingga berakibat sulitnya tidur.

Kecemasan berlebihan yang kalian rasakan secara terus-menerus tersebut bisa meningkatkan risiko mengalami penyakit mental. Tentunya hal demikian tidak baik bagi kesehatan tubuh. Untuk itu kalian bisa mengenali tanda-tanda berikut agar mengetahui apakah sedang mengalami overthinking.

Tanda-tanda Overthinking

1. Ketika Menghadapi Masalah, Tidak Fokus untuk Mencari Solusi

Kita pasti pernah menghadapi masalah. Mereka yang mengalami overthinking cenderung tidak fokus untuk mencari solusi bahkan membiarkannya seakan-akan bisa selesai dengan sendirinya.

2. Merenungkan Hal yang Sama Berulang-ulang

Merenung bukan aktivitas yang salah. Namun, merenungkan hal yang sama setiap malam sehingga membuat kesulitan memejamkan mata bukan lagi hal yang bisa dikatakan wajar. Kita butuh istirahat dengan tenang tanpa terus memikirkan banyak hal secara berulang terlebih pada hal yang sama.

3. Sering Kali Kesulitan Membuat Keputusan

Tergesa-gesa dalam mengambil keputusan merupakan hal yang tidak baik. Namun, bukan berarti kalian harus bersikap overthinking.
Kebanyakan berpikir ini terlalu fokus menganalisis masalah. Akibatnya, pengambilan keputusan akan semakin sulit dilakukan, terlebih juga membuang waktu.

4. Menyalahkan Diri Saat Salah Ambil Keputusan

Sesekali kita memang terkadang salah mengambil keputusan, tetapi bukan berarti tidak berhenti memikirkannya. Kita seharusnya bisa mengambil pelajaran dari kesalahan itu dan bisa melakukan pembaharuan dalam mengambil suatu keputusan kedepannya.

Akibat dari overthinking pada kesehatan tubuh adalah stres. Gejala fisik akibat stres yang mungkin kalian rasakan termasuk sakit kepala, mual, konsentrasi terganggu, detak jantung meningkat, dan napas tergesa-gesa.

Pada orang yang sudah memiliki penyakit mental, sebenarnya bisa memperparah gejala overthinking. Hal ini bisa mempersulit pengobatan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Cara Mengatasi Overthinking

1. Berhenti sejenak dan cari penyebabnya

Hal utama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa kamu memiliki kebiasaan overthinking. Setelah itu berhentilah sejenak dan tenangkan pikiranmu. Selanjutnya cari sumber masalah yang selama ini bersarang di kepalamu.

2. Lakukan sesuatu yang berbeda

Cara ini bisa membantumu melupakan pikiran yang ada di kepalamu. Mengalihkan perhatian merupakan cara yang tepat bagimu yang suka overthinking. Kamu bisa mencoba kegiatan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya saja bergabung dengan komunitas di dekat rumahmu, jalan-jalan dengan teman atau sekadar menonton film.

3. Berpikir terbuka

Membuka pikiran bisa membantumu mencari solusi dari pemasalahan yang ada. Lihat masalah yang sedang kamu hadapi dari sudut pandang lain. Buang jauh-jauh pikiran negatifmu dan ganti dengan selalu berpikir positif. Selain dapat menemukan solusi, hal ini dapat membantumu melupakan pikiran yang tidak penting.

4. Tantang ketakutanmu sendiri

Rasa takut bisa menghambat keberhasilan seseorang. Kamu tidak bisa mempertimbangkan hal lain jika terus memikirkan hal-hal yang membuatmu takut untuk mengambil langkah. Tantang ketakutanmu itu dengan cara memberi reward untuk dirimu sendiri jika kamu berhasil melawannya. Dengan begitu, kamu tak akan tenggelam dalam rasa takut yang berlarut-larut.

5. Ubah ketakutanmu menjadi sebuah antisipasi

Jika overthinking datang saat kamu akan mengambil keputusan, coba buat daftar apa yang kamu takutkan. Setelah itu buat rencana untuk mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut. Hal ini juga membuatmu terbiasa untuk menghadapi berbagai situasi buruk.

6. Beri batas waktu dalam mengambil keputusan

Overthinking biasanya datang ketika seseorang dihadapakan dengan pengambilan keputusan yang besar. Orang tidak mau salah dalam mengambil langkah, sehingga mereka akan terus memikirkan keputusan apa yang tepat.

Cara yang paling mudah agar kamu tidak overthinking adalah dengan menentukan batas dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, kamu memiliki waktu kapan harus memikirkannya dan kapan harus berhenti memikirkannya.
Next Post Previous Post
1 Comments
  • Anonim
    Anonim 20/6/22

    Nice infonya

Add Comment
comment url