Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seberapa Pentingkah Waktu Sendiri untuk Kesehatan Mental?

Waktu sendiri untuk kesehatan mental
Orang cenderung menjadi makhluk sosial, dan penelitian telah menunjukkan bahwa hubungan sosial sangat penting untuk kesejahteraan emosional dan fisik. Namun, waktu sendirian juga memainkan peran penting dalam kesehatan mental. Berada di sekitar orang lain datang dengan imbalan, tetapi juga menciptakan stres . Kamu khawatir tentang apa yang orang pikirkan. Kamu mengubah perilaku untuk menghindari penolakan dan menyesuaikan diri dengan anggota kelompok lainnya.

Meskipun mungkin menjadi bagian dari dunia sosial, beberapa tantangan ini menunjukkan mengapa waktu sendirian bisa sangat penting. Memiliki waktu untuk diri sendiri memberimu kesempatan untuk melepaskan diri dari tekanan sosial dan memanfaatkan pikiran, perasaan, dan pengalaman kamu sendiri.

Mengapa Waktu Sendiri Itu Penting?

Menemukan waktu untuk menyendiri dapat memiliki sejumlah manfaat utama. Beberapa di antaranya adalah:
  • Eksplorasi pribadi
  • Kreativitas
  • Energi sosial

1. Eksplorasi Pribadi

Menjadi nyaman di perusahaan kamu sendiri dapat memberimu waktu dan kebebasan untuk benar-benar mengeksplorasi hasrat sendiri tanpa gangguan. Ini bisa menjadi cara untuk mencoba hal-hal baru, topik penelitian yang membuatmu terpesona, memperoleh pengetahuan, dan bahkan mempraktikkan metode ekspresi diri yang baru.

Memberi dirimu waktu sendiri berarti kamu dapat menjelajahi hal-hal ini tanpa tekanan dan penilaian yang mungkin dipaksakan orang lain. Memiliki waktu untuk diri sendiri sangat penting untuk pertumbuhan dan pengembangan pribadi. Alih-alih mengkhawatirkan kebutuhan, minat, dan pendapat orang lain, waktu menyendiri memungkinkan kamu fokus pada diri sendiri.

2. Kreativitas

Waktu menyendiri adalah kesempatan untuk membiarkan pikiranmu mengembara dan memperkuat kreativitas. Tanpa perlu peduli atau berinteraksi dengan orang lain, kamu bisa mengabaikan pengaruh luar dan fokus ke dalam.

Penelitian sebenarnya menunjukkan bahwa menyendiri dapat menyebabkan perubahan di otak yang membantu memicu proses kreatif. Satu studi menemukan bahwa orang yang cenderung sengaja menarik diri untuk menghabiskan waktu sendirian juga cenderung menjadi orang yang sangat kreatif.

Dalam sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, para peneliti menemukan bahwa isolasi sosial yang dirasakan (alias kesepian ) menyebabkan peningkatan aktivitas di sirkuit saraf yang terkait dengan imajinasi. Ketika dibiarkan dengan kurangnya rangsangan sosial, otak meningkatkan jaringan kreatifnya untuk membantu mengisi kekosongan.

3. Energi Sosial

Hidup sendiri cenderung dilihat secara negatif. Namun, para peneliti telah menemukan bahwa orang yang hidup sendiri sebenarnya memiliki kehidupan sosial yang lebih kaya dan lebih banyak energi sosial daripada orang yang hidup bersama dengan orang lain.

Alasan Menjadi Sendirian Tidak Selalu Mudah

Waktu sendirian dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang karena berbagai alasan. Satu studi menemukan bahwa banyak orang lebih suka menyetrum diri mereka sendiri dengan sengatan listrik yang menyakitkan daripada hanya duduk sendirian dengan pikiran mereka sendiri. Beberapa alasan mengapa orang mungkin kesulitan untuk menyendiri meliputi:
  • Kurangnya pengalaman menyendiri: Beberapa orang mungkin tidak terbiasa sendirian karena mereka sudah terbiasa berada di sekitar orang lain. Ketiadaan rangsangan sosial yang tiba-tiba dapat membuat mereka merasa terlepas atau terputus.
  • Pikiran dan perasaan yang menyusahkan: Dalam kasus lain, menyendiri dan memusatkan perhatian ke dalam bisa sulit atau bahkan menyakitkan. Orang mungkin menganggap introspeksi ini menyusahkan atau mendapati diri mereka terlibat dalam perenungan dan kekhawatiran.
  • Stigma sosial: Stigma tentang kesendirian juga dapat berperan dalam membentuk perasaan orang tentang kesendirian. Bagi mereka yang telah terpapar pada sikap negatif terhadap kesendirian atau yang melihatnya sebagai bentuk perilaku antisosial atau penolakan sosial, kesendirian bisa tampak seperti bentuk hukuman yang menyakitkan.

Profesor pemasaran dan peneliti Rebecca Ratner dari University of Maryland menemukan bahwa orang sering menghindari melakukan hal-hal yang mereka sukai jika mereka harus melakukannya sendiri. Terutama benar jika itu adalah aktivitas yang dapat diamati oleh orang lain, seperti pergi jalan-jalan atau menonton film sendirian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa stigma tentang kesendirian mempengaruhi apakah orang berpikir mereka menikmati kegiatan tersebut.

"Ketika orang melakukan sesuatu sendirian, mereka menikmati diri mereka sendiri lebih dari yang mereka harapkan," jelas Ratner. "Orang-orang melebih-lebihkan manfaat bersama orang lain".

Ekstrovert cenderung merasa bersemangat oleh pengalaman sosial, jadi kesendirian mungkin lebih menantang bagi mereka. Introvert, di sisi lain, mendapatkan energi dari kesendirian.

Namun, jangan berpikir bahwa hanya karena kamu seorang ekstrovert, kamu tidak akan menikmati menghabiskan waktu sendirian. Dalam sebuah penelitian, psikolog sosial Thuy-vy Thi Nguyen menemukan bahwa introvert dan ekstrovert sebenarnya tidak berbeda dalam jumlah kenikmatan yang mereka peroleh dari kesendirian.

Apa pun tipe kepribadian, ada saatnya kamu bisa mendapatkan manfaat dari waktu berkualitas untuk diri sendiri.

Tanda Kamu Membutuhkan Waktu Sendiri
Tidak selalu mudah untuk mengenali tanda-tanda bahwa kamu mungkin perlu waktu untuk menjauh dari orang lain. Beberapa tanda yang harus diperhatikan antara lain:
  • Merasa cepat marah
  • Mudah tersinggung oleh hal-hal yang terkadang kecil 
  • Kehilangan minat dalam melakukan sesuatu dengan orang lain
  • Merasa kewalahan atau terlalu bersemangat 
  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi
  • Menjadi cemas tentang menghabiskan waktu dengan orang lain

Kabar baiknya adalah bahwa bahkan jika kamu berjuang dengan salah satu dari tanda-tanda ini, sedikit waktu sendirian dapat memiliki efek pemulihan yang signifikan. Dalam sebuah penelitian, orang-orang yang dilaporkan menghabiskan sekitar 11% dari waktu mereka sendirian mengalami lebih sedikit perasaan negatif dalam pengalaman sosial.

Cara Menghabiskan Waktu Sendiri

Jika kamu berpikir untuk menghabiskan waktu sendirian, penting untuk melakukannya dengan cara yang bermanfaat bagi kesehatan mental. Sendirian paling bermanfaat jika dilakukan secara sukarela. Penting juga bagimu untuk merasa dapat kembali ke dunia sosial kapan pun yang kamu mau.
  • Pilih waktu: Cari tahu kapan kamu ingin menghabiskan waktu sendirian. Rencanakan waktu itu ke dalam jadwal dan pastikan orang lain tahu bahwa mereka tidak boleh mengganggumu selama waktu itu.
  • Matikan media sosial: Berusahalah untuk menghilangkan gangguan, terutama yang mengundang perbandingan sosial. Fokus kamu harus pada pikiran dan minat kamu sendiri dan bukan pada apa yang dilakukan orang lain.
  • Rencanakan sesuatu: Tidak semua orang nyaman menghabiskan waktu sendirian, jadi kamu mungkin perlu merencanakan apa yang ingin dilakukan. Ini mungkin melibatkan waktu relaksasi, menjelajahi hobi favorit, atau membaca buku.
  • Jalan-jalan: Penelitian telah menemukan bahwa berada di luar dapat memiliki dampak yang menguntungkan pada kesejahteraan. Jika kamu merasa terkurung dan tertahan karena terlalu banyak interaksi sosial, menghabiskan sedikit waktu di luar rumah sendirian menikmati perubahan pemandangan dapat memberikan efek pemulihan.

Akhir Kata

Meskipun menyendiri terkadang disalahartikan sebagai kesepian, jelas bahwa memiliki waktu untuk diri sendiri sesekali penting untuk kesehatan mental. Jika pemikiran untuk menghabiskan waktu sendiri membuatmu merasa bosan atau tidak nyaman, cobalah mulai dengan sedikit waktu sendirian yang memungkinkan kamu untuk fokus pada tugas tertentu.

Ketika kamu menjadi lebih baik dalam menikmati waktu sendiri, kamu mungkin menemukan bahwa waktu sendirian ini membantumu merasa diperbarui dan terinspirasi ketika kamu kembali ke lingkaran sosial.

Posting Komentar untuk "Seberapa Pentingkah Waktu Sendiri untuk Kesehatan Mental?"